ISMI Cabang Aceh Dukung Program yang Memperkuat Ekonomi Umat

Banda Aceh-Kini, Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Cabang Aceh hadir di Aceh dan telah melakukan pertemuan serta diskusi perdana di Banda Aceh, Selasa, 11 Juni 2019 kemarin.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk konsolidasi organisasi, merancang jadwal dan materi rapat kerja, rencana audiensi dengan pemerintah dan stakeholder terkait, serta hal strategis lainnya.

Ketua ISMI Aceh, Nurchalis, pada pengantar sekaligus sebagai pemandu diskusi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut mengikutsertakan seluruh pengurus ISMI Aceh.

ISMI adalah organisasi yang dilahirkan oleh empat organisasi besar yaitu MUI, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Ditingkat nasional organisasi ini diketuai oleh Prof. DR. Ilham Habibie.

“Dalam waktu dekat ini kita akan memperkenalkan ISMI kepada Pemerintah Aceh, dunia usaha, masyarakat dan stakeholder lainnya. Kita akan berusaha menjadi bagian dalam ikut membangun negeri ini dengan cara kita dari berbagai kumpulan saudagar Aceh dengan mengikutsertakan mereka- mereka yang satu visi dengan ISMI,” ujar Nurchalis.

Menurutnya, pihaknya mendukung program-program pemerintah yang memperkuat ekonomi umat dengan harapan organisasi tersebut bisa bermitra. Pihaknya mendukung kebijakan Plt. Gubernur yang memperkuat dan mendorong produk lokal bisa terus berkembang.

“Ada banyak kerajinan tangan seperti souvenir khas Aceh, Kuliner, produk pertanian, perkebunan, perikanan, bahkan pariwisata Islami. Semua tersebut harus bisa memperkuat ekonomi umat,” tutur Nurchalis.

Masih kata Nurchalis, pihaknya juga mengundang Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia yang saat ini sedang mengembangkan pembuatan gula sawit dari hasil replanting sawit.
“Itu sebabnya, kita meminta saudara Azanuddin dapat berbagi informasi dalam diskusi ISMI kali ini,” katanya lagi.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, dalam diskusi tersebut turut berbagi pengalaman tentang gula sawit.

Ia menyampaikan bahwa ia sangat senang di undang dan berbicara tentang gula sawit. Saat ini ia dengan beberapa orang/kelompok sedang memanfaatkan limbah batang sawit menjadi rupiah.

“Penghasilan yang didapat bisa sampai Rp60 hingga Rp200 juta/ha dalam dua bulan. Artinya, tergantung dari banyaknya nira yang didapat dan harga jual,” terang Azanuddin.

Ia menilai hal tersebut adalah alternatif ekonomi baru terutama bagi petani sawit yang akan melakukan replanting atau peremajaan sawitnya. Dengan diolah menjadi gula, bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang bermanfaat bagi ekonomi keluarga ketika batang sawit tersebut belum menghasilkan.

Dirinya mengajak ISMI untuk ikut mempromosikan dan terjun ke bisnis gula sawit. ISMI bisa bantu petani dengan membuat dapur pengolahan di lapangan, peluang ekspor sangat terbuka lebar,” pungkasnya. []

Sumber: https://www.penapost.com/ismi-cabang-aceh-dukung-program-yang-memperkuat-ekonomi-umat/

By |2019-07-30T11:09:39+07:00July 30th, 2019|Categories: Tak Berkategori|3 Comments

Leave A Comment

Translate »